Prabowo-SBY. ©2017 Merdeka.com
Merdeka.com - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan dua mantan jenderal TNI Angkatan Darat tersebut dilakukan di kediaman SBY berada di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
Prabowo-SBY
membahas beberapa hal. Salah satunya soal kondisi bangsa dan Undang
Undang Pemilu. Pertemuan keduanya berlangsung cair. Prabowo sempat
bercanda intel SBY yang hebat, bisa tahu kelemahan dirinya.
"Intelnya Pak SBY masih kuat, dia tahu kelemahannya Prabowo itu nasi
goreng. Asal diberi nasi goreng, Pak Prabowo pasti setuju saja," ujar
Prabowo disambut tawa para politisi di Cikeas.
Meski tak berkoalisi, kedua pihak sepakat meningkatkan komunikasi Hambalang-Cikeas.
Pertemuan
dan foto-foto ini mengingatkan pada foto bersejarah yang menunjukkan
sosok Prabowo dan SBY saat masih berpangkat kolonel. Keduanya menghadiri
sebuah acara dan sama-sama mengenakan pakaian dinas upacara. Baik
Prabowo dan SBY mengenakan baret hijau pasukan lintas udara.
Kemungkinan
foto diambil tahun 1991 atau 1993. Saat itu Prabowo kemungkinan
menjabat sebagai Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad
sementara SBY menjabat Korspri Pangab.
Pada era 90 awal, kedua sosok ini jadi sorotan. Tahun 1995, Majalah
GATRA menulis keduanya termasuk Generasi Muda ABRI dengan karir
cemerlang.
Prabowo dikenal sebagai perwira dengan segudang
pengalaman operasi tempur. Beberapa kali mendapat kenaikan pangkat luar
biasa karena prestasinya di medan laga. Dia pun identik dengan Korps
Baret Merah Kopassus walau sempat beberapa kali bertugas di Kostrad.
Sementara
SBY dikenal sebagai perwira pemikir dengan karir cemerlang. Dia pernah
menjadi Kepala Pengamat Militer PBB di Bosnia. Penugasan tempur SBY pun
dialaminya saat menjadi komandan batalyon di Dili.
Prabowo
mendapat promosi menjadi jenderal bintang satu saat menjabat komandan
Kopassus tahun 1995. Tak lama, SBY menyusul menjadi brigadir jenderal
dengan promosi sebagai Kepala Staf Kodam Jaya.
Tahun 1996,
Kopassus dimekarkan dari 3 grup menjadi 5 grup. Jabatan Komandan
Kopassus pun jadi jatah Mayor Jenderal. Prabowo pun mendapat promosi
menjadi bintang dua. Sementara SBY kemudian menjabat Panglima Kodam
Sriwijaya.
Namun tak ada kedua jenderal ini yang menjadi Kepala
Staf TNI AD atau Panglima TNI. Karir Prabowo redup seiring suhu politik
1998. Dari Panglima Kostrad dia digeser menjadi Komandan Sesko TNI.
Inilah untuk pertama kalinya Prabowo tak memegang pasukan selama
karirnya.
Sementara SBY kemudian menjadi menteri Pertambangan dan
Energi, lalu menteri Polhukam di era Presiden Gus Dur. SBY juga menjadi
Menteri Polhukam di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Namun
mengundurkan diri dan mendirikan Partai Demokrat tahun 2004. Dia
kemudian berhasil menjadi Presiden RI selama dua periode 2004 hingga
2014.
Prabowo dua kali kalah dalam Pemilu. Tahun 2009, pasangan
Mega-Prabowo ditumbangkan SBY-Boediono. Sementara tahun 2014 lalu,
Prabowo-Hatta kalah oleh Jokowi-JK.
Kini Prabowo dan SBY kembali
bertemu. Bukan lagi sebagai kolonel, tetapi pemimpin partai dan
politikus senior Indonesia. Akankah koalisi Cikeas-Hambalang bisa
mendudukkan Prabowo ke kursi RI-1?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 Response to "Mengenang kemesraan SBY-Prabowo saat masih berpangkat Kolonel"
Posting Komentar